Jumat, 25 September 2015

Jelita & Kampus Sang Kakak "STAN"


Transformasi Kelembagaan STAN Menjadi PKN STAN

Terhitung mulai tanggal 23 Juli 2015 STAN telah resmi menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN atau PKN STAN. Pemakaian STAN disini bukan lagi sebagai Akronim Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, melainkan hanya sekedar nama STAN yang sudah lebih banyak di kenal di masyarakat.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 137/PMK.01/2015 inilah jalan panjang pengukuhan kelembagaan PKN STAN berakhir.

Setidaknya sekarang status kelembagaan PKN STAN sudah lebih kuat. Mungkin kita semua bertanya-tanya kenapa harus mengganti nama STAN menjadi PKN STAN?

Pertanyaan yang sama seperti saat pertama kali mendengar rencana pemakaian nama PKN STAN. Kenapa tidak Universitas, atau setidaknya tetap menjadi Sekolah Tinggi yang tentunya lebih familiar daripada Politeknik.

Tentunya kita mempunyai bermacam-macam persepsi kenapa memakai nama Politeknik tetapi satu hal bahwa proses pengukuhan kelembagaan PKN STAN ini sudah berjalan bertahun-tahun lalu dan akhirnya sekarang STAN telah menjadi PKN STAN.

Jadi mulai sekarang familiarkan diri kalian dengan PKN STAN untuk menyebut STAN. Begitu juga proses penerimaan mahasiswanya, akan menjadi USM PKN STAN.

Yang saat ini masih dikenal masyarakat sebagai sekolah yang terbersih dan bebas KKN dalam penerimaan mahasiswanya. (Ist)
Sumber: tabloid INFOKU

Si Putri Domas 2015 Jelita Bayuliana Kharisma



Kamis, 11 September 2014

Andy Tentukan Pilihanmu UGM atau STAN

Anak pertamaku Andy Novendra Kharisma,
Diterima di UGM melalui jalur Akademik Tanpa test SNMPTN.
Setelah kuliah di UGM selama 1 Bulan, 
ada pengumuman STAN dia juga diterima.
Tentukan Pilihanmu Anakku - Masa depanmu ada ditangamu.
UGM atau STAN  ......??



Sabtu, 06 September 2014

Dikampus UGM

Saat Andy Novendra Kharisma di terima sebagai mahasiswa Baru UGM th 2014 
tanpa Tes/ jalur SNMPTN - dr SMAN 1 Surakarta

Sabtu, 08 Maret 2014

Cerita Rakyat Jawa Tengah Indonesia



LEGENDA CANDI PRAMBANAN
RORO JONGGRANG

(Cerita dari Jawa Tengah)

Dahulu kala ada seorang raja bernama Prabu Boko yang memerintah di Prambanan. Prabu Boko adalah seorang raksasa yang sakti. Ia mempunyai seorang puteri yang bernama Roro Jonggrang. Roro Jonggrang sangat cantik.

 Berbatasan dengan kerajaan Boko ada sebuah kerajaan bernama Pengging. Pada suatu hari raja Pengging ingin memperluas wilayah kerajaannya, maka ia mengutus puteranya, Bandung Bondowoso memimpin pasukan menyerang kerajaan Prambanan. Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan pasukan Boko bahkan membunuh raja Boko.

 Bandung Bondowoso pun tinggal di istana Prambanan. Ia jatuh cinta kepada Roro Jonggrang dan meminta gadis itu menjadi permaisurinya. Roro Jonggrang tidak ingin menjadi isteri Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahandanya. Ia mencari akal agar dapat menolak pinangan pangeran Pengging itu dengan halus.

 Akhirnya ia menemui Bandung Bondowoso dan berkata, “Aku mau menjadi isterimu, tetapi sebagai syaratnya engkau harus membuat dua buah sumur dan seribu candi dalam waktu semalam.”
 Meskipun syarat yang diajukan Roro Jonggrang mustahil dipenuhi orang lain, Bandung Bondowoso langsung menyanggupinya. Ia mengumpulkan makhluk-makhluk halus yang menjadi anak buahnya dan mulai menggali sumur dan membangun candi.

 Bandung Bondowoso dan anak buahnya bekerja dengan sangat cepat. Dalam waktu singkat mereka sudah menyelesaikan sebuah sumur dan ratusan candi.

 Roro Jonggrang mengamati dari kejauhan dengan cemas. Ia berpikir keras untuk menemukan cara menggagalkan usaha Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang pun memanggil dayang-dayang dan menyuruh mereka membakar jerami dan menabuh lesung.

 Api dari jerami yang dibakar membuat suasana menjadi terang dan suara tabuhan lesung yang gaduh mengejutkan makhluk-makhluk halus yang sedang bekerja. Mereka mengira hari telah pagi. Mereka pun melarikan diri, meninggalkan Bandung Bondowoso serta sumur dan candi yang belum selesai.

 Bandung Bondowoso berusaha memanggil mereka kembali, tetapi mereka tetap meninggalkannya.

Roro Jonggrang menemui Bandung Bondowoso dan bertanya, “Waktumu sudah habis, Bandung. Apakah candiku sudah selesai?”

Bandung Bondowoso sangat marah karena ia tahu Roro Jonggrang telah menggagalkan kerja kerasnya, namun ia berusaha menahan diri, “Tentu saja candi sudah selesai. Kalau tak percaya, silakan kau hitung sendiri.” Roro Jonggrang ditemani dayang-dayangnya menghitung candi satu persatu. Ternyata Bandung Bondowoso telah berhasil menyelesaikan sembilan ratus sembilan puluh sembilan candi.

“Kau gagal, Bandung. Masih kurang satu candi lagi,” kata Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso naik darah, “Kalau kau tidak berbuat curang, aku pasti bisa menyelesaikan seribu candi untukmu, Jonggrang,” katanya.

“Baiklah, aku penuhi keinginanmu. Jadilah kau, Roro Jonggrang, candi yang keseribu!” kutuk Bandung Bondowoso

Maka Roro Jonggrang pun menjelma menjadi patung batu yang sangat cantik dan ajaib, batu-batu tersusun satu demi satu dengan sendirinya membentuk candi,  mengelilingi patung itu.

Sampai sekarang patung batu Roro Jonggrang yang cantik dapat kita saksikan di dalam ruangan candi utama di Prambanan.
=Jelita Bayuliana Kharisma=