Tampilkan postingan dengan label Upload MUGHNII SEPTINDRA KHARISMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Upload MUGHNII SEPTINDRA KHARISMA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Cerita Rakyat Jawa Tengah Indonesia



LEGENDA CANDI PRAMBANAN
RORO JONGGRANG

(Cerita dari Jawa Tengah)

Dahulu kala ada seorang raja bernama Prabu Boko yang memerintah di Prambanan. Prabu Boko adalah seorang raksasa yang sakti. Ia mempunyai seorang puteri yang bernama Roro Jonggrang. Roro Jonggrang sangat cantik.

 Berbatasan dengan kerajaan Boko ada sebuah kerajaan bernama Pengging. Pada suatu hari raja Pengging ingin memperluas wilayah kerajaannya, maka ia mengutus puteranya, Bandung Bondowoso memimpin pasukan menyerang kerajaan Prambanan. Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan pasukan Boko bahkan membunuh raja Boko.

 Bandung Bondowoso pun tinggal di istana Prambanan. Ia jatuh cinta kepada Roro Jonggrang dan meminta gadis itu menjadi permaisurinya. Roro Jonggrang tidak ingin menjadi isteri Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahandanya. Ia mencari akal agar dapat menolak pinangan pangeran Pengging itu dengan halus.

 Akhirnya ia menemui Bandung Bondowoso dan berkata, “Aku mau menjadi isterimu, tetapi sebagai syaratnya engkau harus membuat dua buah sumur dan seribu candi dalam waktu semalam.”
 Meskipun syarat yang diajukan Roro Jonggrang mustahil dipenuhi orang lain, Bandung Bondowoso langsung menyanggupinya. Ia mengumpulkan makhluk-makhluk halus yang menjadi anak buahnya dan mulai menggali sumur dan membangun candi.

 Bandung Bondowoso dan anak buahnya bekerja dengan sangat cepat. Dalam waktu singkat mereka sudah menyelesaikan sebuah sumur dan ratusan candi.

 Roro Jonggrang mengamati dari kejauhan dengan cemas. Ia berpikir keras untuk menemukan cara menggagalkan usaha Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang pun memanggil dayang-dayang dan menyuruh mereka membakar jerami dan menabuh lesung.

 Api dari jerami yang dibakar membuat suasana menjadi terang dan suara tabuhan lesung yang gaduh mengejutkan makhluk-makhluk halus yang sedang bekerja. Mereka mengira hari telah pagi. Mereka pun melarikan diri, meninggalkan Bandung Bondowoso serta sumur dan candi yang belum selesai.

 Bandung Bondowoso berusaha memanggil mereka kembali, tetapi mereka tetap meninggalkannya.

Roro Jonggrang menemui Bandung Bondowoso dan bertanya, “Waktumu sudah habis, Bandung. Apakah candiku sudah selesai?”

Bandung Bondowoso sangat marah karena ia tahu Roro Jonggrang telah menggagalkan kerja kerasnya, namun ia berusaha menahan diri, “Tentu saja candi sudah selesai. Kalau tak percaya, silakan kau hitung sendiri.” Roro Jonggrang ditemani dayang-dayangnya menghitung candi satu persatu. Ternyata Bandung Bondowoso telah berhasil menyelesaikan sembilan ratus sembilan puluh sembilan candi.

“Kau gagal, Bandung. Masih kurang satu candi lagi,” kata Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso naik darah, “Kalau kau tidak berbuat curang, aku pasti bisa menyelesaikan seribu candi untukmu, Jonggrang,” katanya.

“Baiklah, aku penuhi keinginanmu. Jadilah kau, Roro Jonggrang, candi yang keseribu!” kutuk Bandung Bondowoso

Maka Roro Jonggrang pun menjelma menjadi patung batu yang sangat cantik dan ajaib, batu-batu tersusun satu demi satu dengan sendirinya membentuk candi,  mengelilingi patung itu.

Sampai sekarang patung batu Roro Jonggrang yang cantik dapat kita saksikan di dalam ruangan candi utama di Prambanan.
=Jelita Bayuliana Kharisma=

Selasa, 29 Mei 2012

KESEHATAN


Nikmat nya Tidur Nyenyak
Banyak hal yang menyebabkan tidur menjadi kurang nyaman dan nyenyak. Diantaranya kondisi kamar yang tidak nyaman. Ini akan berpengaruh pada kualiatas tidur yang baik.
Susah tidur akan dialami sebagian orang karena perasaan yang berbeda-beda. Ada yang kelelahan akibat kerja yang memakan waktu lama, ada juga yang mengalami gangguan pada kesehatan. Karena faktor kesehatan, tak sedikit orang yang kesulitan mendapat tidur yang nayaman dan berkualitas.
Antisipasinya adalah dengan segera memeriksakan diri pada Dokter agar masalah setiap malam ini tidak sampai berlarut-larut.
Masalah lain yang datang biasanya berasal dari dalam kamar itu sendiri. Memiliki kamar yang tidak nyaman, akan membuat kita sulit pula merasakan tidur yang nyaman dan nyenyak. Akhirnya tidur pun tidak akan berkualitas baik. Karena kondisi kamar juga amat mempengaruhi kenyamanan dalam tidur.

5 Langkah Membuat Kamar Nyaman
Atur posisi letak pada kamar.  

Atur posisi tempat tidur yang nyaman. Jadi saat bangun energi positif akan masuk pada kamar sehingga tidur akan lebih nyaman. 

Bisa meletakkan posisi tempat tidur dekat dengan jendela. Dengan begitu, begitu bangun dari tidur udara segar dan pemandangan luar yang akan masuk ke dalam kamar kita.

Sering mengganti sprei. 

Ganti sprei minimal 2 minggu sekali. Agar tetap dalam keadaan bersih. Sehingga rasa nyaman pun akan tercipta. Dan tidur yang nyaman pasti akan di dapatkan.

Gunakan pengharum ruangan. 

Tak ada salahnya memilih pengharum ruangan dengan wangi aromaterapi. Agar dalam sekejap kita dapat terbius oleh wewangian tersebut dan tidur akan semakin nyenyak.

Matikan tv sebelum tidur. 

Suara tv akan mengganggu tidur nyenyak kita. Dan seringkali kita akan tetap terjaga menonton acara yang kerap kali bagus untuk ditonton. Jadi, jangan abaikan waktu tidur hanya karena menonton tv.

Ventilasi udara berfungsi baik. 

Keluar masuk nya udara saat tidur juga sangat berguna bagi kesehatan. Karena sirkulasi oksigen yang maksimal akan membuat kita bernafas dengan lega. Periksa kembali ventilasi, dan pastikan posisinya sangat aman bagi keluar masuk udara ke dalam kamar.

Jumat, 21 Oktober 2011

OPINI - ANDY NK



Mengenang Sumpah Pemuda

Kita Hanya Ingat 'Syair' tapi Lupa 'Kuncinya'

Ada lima elemen penting yang menjadi dasar lahirnya Sumpah Pemuda, yakni 1) kemauan , 2) sejarah, 3) bahasa, 4) hukum adat, 5) pendidikan dan kepanduan.

Kemauan menunjuk pada tekad dan pilihan sikap pemuda untuk bersatu padu. Kemauan ini lahir dari sejarah ‘perbudakan’ dan penindasan serta penjajahan bangsa asing.

Dari pelajaran yang aku dapatkan sejak SMP sampai sekarang ini di SMA N 1 Surakarta, saat itu Para pemuda bertekad untuk mewujudkan Indonesia yang satu: bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu.

Para pemuda menyadari sungguh kultur perbedaan, namun tidak menampiknya sebagai sesuatu yang asing apalagi timpang.

Keragaman bahasa daerah, keragaman kebiasaan dan adat istiadat, suku bangsa dan warna kulit akhirnya terkristal dalam ‘satu bangsa’. Perbedaan dilihat sebagai tiang-tiang kekuatan, penopang dan khasanah budaya bangsa. Patriotisme dan nasionalisme mengental ketika itu dan sumpah itu pun dikumandangkan:

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Pertanyaan kita sekarang dan selanjutnya adalah masihkah (dan akankah) sumpah itu bertuah? Adakah jejak tertinggal dalam keseharian pemuda dan pemudi Indonesia? Ataukah jangan-jangan, sumpah itu tak lagi ampuh, dan yang tertinggal adalah kenangan akan masa lalu.

Bahwa kita pernah punya 71 pemuda dan pemudi yang mewakili keragaman Indonesia mengikrarkan Soempah Pemoeda pada 28 Oktober 1928.

Jangan-jangan kita hanya mengenang peristiwa itu sebagai sekedar kenangan bahwa pernah ada sumpah itu di rumah seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong di jalan Kramat Raya.

Sedikit fakta coba penulis paparkan: tawuran antar sekolah. Kerusuhan antar etnis seperti yang terjadi antara pemuda Flores-NTT dan Ambon di jalan Ampera pada 29 September 2010, yang akhirnya menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka. Konflik atas nama agama seperti yang terjadi di Bekasi pada 13 September 2010.

Fakta-fakta kecil ini tidak hanya mengindikasikan perihal hilangnya kultur persatuan, persaudaraan, rasa kebangsaan dan nasionalisme yang menjadi karakter dan jati diri bangsa, tetapi juga merupakan pengabaian atas nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri.

Terlepas dari kultur politik yang tidak kondusif, birokrasi yang pragmatis dan korupsi yang merajalela, serta ketiadaan kepastian hukum.

Sebenarnya bangsa ini sedang mengalami sakit akut yang disebut sebagai disorientasi akan wawasan keindonesiaan. Itu kata guruku saat member pelajaran PKN-ku

Kita rupa-rupanya tidak menyadari bahwa kita adalah sebuah bangsa yang bernama Indonesia yang terdiri atas keberagaman kultur, bahasa dan suku.

Kita terjebak dalam kultur, agama dan suku masing-masing. Manahbiskan suku, kultur dan agama masig-masing sebagai yang paling baik dan benar.

Lantas mengabaikan keberagaman sebagai kelengkapan fundamental cara berada kita sebagai bangsa dan sebagai makhluk sosial. Inilah kecemasan penulis. Sebuah kecemasan yang mungkin tidak berdasar, dan terlalu rapuh untuk dipertanggungjawabkan secara logis.

Tetapi inilah fakta. Kecemasan ini bukan lahir tanpa latar. Semuanya bermula dari situasi riil dalam komunitas kehidupan kita sebagai bangsa.

Catatan kecil ini hanya refleksiku sebagai seorang pelajar atas kenangan dan peristiwa itu yang seakan-akan tidak berjejak dalam keseharian pemuda dan pemudi Indonesia.

‘Sumpah Pemuda, Masihkah Kau Ampuh?”

Satu hal yang terpenting dari catatan ini adalah supaya kita memaknai setiap peristiwa sebagai sesuatu yang bermakna. Sumpah Pemuda adalah sebuah memoria penuh makna.

Pemaknaan atas peristiwa tersebut bukan pada perayaannya, tetapi lebih pada praksis sikap dan kelakukan dan juga semangatnya.

Lantas selanjutnya kita akan dengan rutin mengumandangkan ‘sumpah pemuda’ sebagai sekedar syair hampa, ‘sumpah palsu’ tanpa kunci dan ritme apalagi memaknainya secara baru dan berulang.

(Ditulis oleh: Andy Novendra Kharisma – Siswa Kl 10 SMAN 1 Surakarta –Sekolah Ranking 6 Nasional)